Natalyadewi’s Blog

Juli 5, 2009

insomnia

Filed under: Uncategorized — natalyadewi @ 5:18 am

Insomnia
Penyakit susah tidur
Natalya Dewi

Sudah dua minggu ini, Cici susah tidur. Entah kenapa sulit rasanya terlelap. Ia selalu tertidur sekitar jam 3 pagi dan bangun selalu paling cepat jam sebelas. Untungnya, ia tidak bekerja di perusahaan yang mengharuskannya masuk jam 8 pagi. Ia mengelola sebuah butik di mal yang baru dibuka jam 11
Lain lagi Feri, ia merasa segar di malam hari. Karena itu ia memilih berjualan mi di depan rumahnya. Padahal paginya ia juga mengajar di sekolah negeri. Karena itu, ia sering mengantuk saat mengajar, walau ia tetap melaksanakan kewajibannya.
“ Ada beberapa hal penyebab insomnia. Bisa karena keadaan, bisa juga merupakan pertanda depresi atau cemas atau karena ada penyakit tertentu,” kata dr. Elmeida Effendy, SpKJ pada MedanBisnis. Bila orang tersebut merasa dirinya sehat-sehat saja dengan pola tidur yang agak nyeleneh ya tidak ada masalah. Pola tidur yang agak aneh bisa saja seperti segar di malam hari dan mengantuk di pagi hari.
Menurut sejumlah ahli, orang yang mengalami sulit tidur mungkin saja berarti indikasi adanya sejumlah penyakit. Dalam temuan para ahli setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia yakni predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu, serta kebiasaan buruk.
Berbicara mengenai faktor psikologis dan biologis, kedua faktor ini kadangkala menyatu menjadi bentuk psikosomatis, yakni persoalan psikologis berdampak terhadap biologis dan sebaliknya. (psiko = kejiwaan; soma = dinding, tubuh). Misalnya, bagi seseorang yang jantungnya mudah berdebar-debar lebih cepat dan suhu tubuhnya lebih hangat dari biasanya maka berkecenderungan untuk susah tidur. Jika tertidur maka akan sensitif untuk bangun (light sleeper). Di samping itu, sejumlah penyakit fisik juga menjadi aspek pencetus gangguan insomnia, misalnya asma, rematik, maag, ginjal, dan thyroid.
Secara khusus, faktor psikologis juga memegang peran utama terhadap kecenderungan insomnia ini. Hal ini disebabkan oleh ketegangan pikiran seseorang terhadap sesuatu yang kemudian mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP) sehingga kondisi fisik senantiasa siaga. Misalnya ketika seseorang sedang memiliki problematika pelik di lingkungan kantor, maka jika ambang psikologisnya rendah akan menyebabkan fisik susah diajak kompromi untuk tidur. Di sini faktor kecemasan, ketegangan, dan ketidakpastian hidup menyebabkan gangguan insomnia.

Insomnia bisa dikelompokkan menjadi:
• Insomnia primer, yaitu insomnia menahun dengan sedikit atau sama sekali tidak berhubungan dengan berbagai stres maupun kejadian
• Insomnia sekunder, yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh nyeri, kecemasan, obat, depresi atau stres yang hebat.
Ada Tiga macam Insomnia:
• Transient insomnia – kesulitan tidur hanya beberapa malam
• Insomnia jangka pendek- dua atau empat minggu mengalami kesulitan tidur Kedua jenis insomnia ini biasanya menyerang orang yang sedang mengalami stress, berada di lingkungan yang ribut-ramai, berada di lingkungan yang mengalami perubahan temperatur ekstrim, masalah dengan jadwal tidur-bangun seperti yang terjadi saat jetlag, efek samping pengobatan
• Insomnia kronis- kesulitan tidur yang dialami hampir setiap malam selama sebulan atau lebih Salah satu penyebab chronic insomnia yang paling umum adalah depresi. Penyebab lainnya bisa berupa arthritis, gangguan ginjal, gagal jantung, sleep apnea ( gangguan tidur ), sindrom restless legs, Parkinson, dan hyperthyroidism ( kelebihan kelenjar tiroid). Namun demikian, insomnia kronis bisa juga disebabkan oleh faktor perilaku, termasuk penyalahgunaan caffein, alkohol, dan substansi lain, siklus tidur/bangun yang disebabkan oleh kerja lembur dan kegiatan malam hari lainnya, dan stres kronis.

Dampak
Tentu saja gangguan insomnia akan memiliki dampak negatif dalam kehidupan individu yang bersangkutan. Pertama, akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga berpeluang terhadap munculnya sejumlah penyakit. Sebab, tubuh manusia diciptakan sedemikian sempurnanya – yang secara alamiah telah diatur sebuah metabolisma fisik yang akan mempengaruhi kesehatan. Fisik dan mental seseorang akan sehat jika terdapat keteraturan antara terjaga dan tidur. Bukankah tidur juga berfungsi terhadap penataan kembali keseimbangan fisik setelah sekian lamanya terjaga dan terjadi kecapekan kerja.
Sebab dengan adanya tidur maka tubuh akan memproses untuk mengurangi asam laktat yang berfungsi terakumulasinya kecapekan. Itulah kiranya jika seseorang tidurnya normal maka ketika bangun tidur akan terasa segar kembali yang disebabkan asam laktat tersebut telah terminimalisasi. Sebaliknya jika seseorang mengalami kurang tidur maka asam laktat belum hilang secara sempurna.
Kedua, susah tidur akan berpengaruh terhadap stabilitas emosi sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini jika seseorang dalam lingkungan kerja, maka akan menurunkan tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerjanya. Demikian juga terhadap aktivitas lainya akan mengalami gangguan misalnya dalam belajar mengajar, menyelesaikan tugas, dan interaksi sosial. Bahkan dampak insomnia ini akan memudahkan seseorang untuk menderita stres. Hal ini cukup beralasan, sebab sebagaimana dikatakan di atas bahwa insomnia hanya merupakan gejala penampakan dari luar bahwa seseorang memiliki penyakit yang harus diobati.

Solusi
Kesulitan tidur hanyalah satu dari beberapa gejala insomnia. Gejala yang dialami waktu siang hari adalah:
• Mengantuk
• Resah
• Sulit berkonsentrasi
• Sulit mengingat
• Gampang tersinggung
Untuk mendiagnosis insomnia, dokter biasanya melakukan penilaian terhadap:
o pola tidur penderita
o pemakaian obat-obatan, alkohol atau obat terlarang
o tingkatan stres psikis
o riwayat medis
o aktivitas fisik.
Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.
Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.
Pengobatan insomnia biasanya dimulai dengan:
• Menghilangkan kebiasaan (pindah tempat tidur, memakai tempat tidur hanya untuk tidur, dll).
• Jika tidak berhasil dapat diberikan obat golongan hipnotik (harus konsultasi dengan psikiater).
Bila disarankan menggunakan obat tidur, biasanya obat dari golongan benzodiazeping seperti Diazepam, Lorazepam, Triazolam, Klordiazepoksid
Efek samping:
Inkoordinsi motorik, gangguan fungsi mental dan psikomotor, gangguan koordinasi berpikir, mulut kering, dsb.
.Perilaku di bawah ini juga dapat menyebabkan insomnia pada beberapa orang:
• higienitas tidur yang kurang secara umum
• kekhawatiran tidak dapat tidur
• mengkonsumsi caffein secara berlebihan
• minum alkohol sebelum tidur
• merokok sebelum tidur
• tidur siang/sore yang berlebihan
• jadwal tidur/bangun yang tidak teratur *

Serba- Serbi Tidur
Natalya Dewi
Seperti yang kita ketahui manusia umumnya tidur selama 8 jam perhari dan seiring bertambahnya usia akan berkurang menjadi 7,5 jam perhari. Kita tahu bahwa ada beberapa makanan tertentu yang dapat menganggu tidur kita. Salah satu yang tentunya sudah sangat kita kenal adalah kopi, yang sangat diandalkan untuk menjadi “doping” untuk tetap terjaga dimalam hari. Kemudian nikotin juga menjadi salah satu penyebab kenapa kita mendapatkan insomnia di malam hari.
Kafein di malam hari adalah “big no-no”, PANTANGAN BESAR. Selain itu minuman yang termasuk pantangan adalah coklat, teh dan soda. Banyak makanan kaleng atau siap saji yang mengandung kafein, namun tidak kita sadari. Periksalah labelnya sebelum menyantapnya.
Nikotin juga menjadi musuh utama dalam usaha mendapatkan tidur yang baik. Nikotin dapat menjadi perangsang untuk tetap terjaga sepanjang malam.
Makanan pedas dan asam juga dapat membuat usaha anda untuk tidur gagal karena mereka dapat membuat perut anda terasa panas dan nyeri, terutama yang memiliki riwayat maag. “Kenapa bisa begitu pada saat menjelang tidur ?” Saat kita merebahkan diri membuat rasa nyeri dan panas akan semakin bertambah hebat, hal ini akan membuat kita sangat sulit untuk tidur.
Selain makanan, tentunya gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari memegang peranan penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas pada malam hari. Jadi yang pertama kali harus anda adalah menganalisa pola hidup anda dan lingkungan sekitar anda.
Tidur bisa meningkatkan kekebalan tubuh lho, makanya orang yang sakit disarankan untuk istirahat lebih banyak. Ia juga membuat kita memiliki kepribadian yang lebih baik, lebih pintar, memiliki penglihatan yang lebih baik, lebih cantik dan bisa berkonsentrasi lebih baik.
Kurang tidur bisa menyebabkan kita mudah marah, kurang ramah dan cenderung agresif. Para peneliti di Yunani menyarankan kita untuk tidur siang selama setengah jam minimal tiga kali seminggu karena berdasarkan penelitian mereka terhadap 23.681 wanita dan pria yang berusia 20-85 tahun, resiko penyakit jantung bisa berkurang . Kematian akibat serangan jantung bisa dikurangi dengan tidur siang sebentar, karena tidur siang juga membantu kita bersantai dan mengurangi stress.*

Hipersomnia, Parasomnia dan Somnabulisme
Natalya Dewi
Hipersomnia
Gangguan ini bermanifestasi sebagai jumlah tidur yang berlebihan dan selalu mengantuk di siang hari. Gangguan ini dikenal sebagai narkolepsi, yaitu pasien tidak dapat menghindari keinginan untuk tidur. Dapat terjadi pada setiap usia, tapi paling sering pada awal remaja atau dewasa muda. Narkolepsi cukup berbahaya karena sering menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor dan industri.
• Terapi dianjurkan adalah memaksakan diri untuk tidur (walau sebentar) di siang hari sampai gejala hilang.
• Jika tidak sembuh, dapat dibantu dengan obat (harus konsultasi ke psikiater).
Parasomnia merupakan fenomena gangguan tidur yang tidak umum dan tak diinginkan, yang tampak secara tiba-tiba selama tidur atau yang terjadi pada ambang terjaga dan tidur. Sering muncul dalam bentuk mimpi buruk yang ditandai mimpi lama dan menakutkan.
Ada juga keadaan yang disebut gangguan teror tidur, yaitu pasien terjaga pada bagian pertama malam hari. Biasanya pasien terduduk di tempat tidur dengan ekspresi ketakutan, seperti sedang mengalami teror yang hebat.
Gangguan lain adalah berjalan dalam tidur (somnabulisme), yaitu pasien melakukan tindakan motorik seperti berjalan, berpakaian, pergi ke kamar mandi, berbicara, bahkan mengemudikan kendaraan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dan dimulai pada usia 4-8 tahun. Pengobatannya terdiri dari tindakan mencegah cedera dan pemberian obat tidur.*

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.